Tracer Study UNG (TS-UNG) akan dilaksanakan pada tahun 2014. Target utama pada TS-UNG 2014 adalah alumni program S1 UNG yang lulus pada tahun 2011 s/d 2013. Kebanggan alumni UNG dengan almamaternya yang dikenal dengan kampus merah maron dibuktikan dari kesediaannya untuk ikut berpartisipasi pada TS-UNG 2014 karena ini langkah pertama dari UNG memperbaiki kurikulum yang dilaksanakan sekarang dan menjembatani lulusan UNG dengan dunia kerja .

Kegiatan tracer study UNG ini adalah aktivitas ilmiah yang bertujuan menginventarisir informasi mengenai situasi alumni khususnya dalam hal pencarian kerja, situasi kerja, perbaikan kurikulum dan penerapan kurikulum berbasis KKNI dalam rangka peningkatan kompetensi selama kuliah di UNG. Kegiatan ini menjadi strategis seiring dengan perjalanan historis UNG yang sudah memasuki usia 51 tahun. Sebuah momentum yang menentukan kilas balik kontribusinya menghasilkan sumber daya manusia yang berkiprah di Gorontalo, Kawasan Indonesia Timur, Indonesia dan Dunia Internasional. Kegiatan tracerstudy menjadi program unggulan UNG melalui kerjasama dengan Islamic

Development Bank (IDB) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kegiatan ini juga di dorong dari pengalaman di negara-negara maju, dimana studi pelacakan jejak alumni adalah studi utama yang telah dilaksanakan secara sistematis, institusional, dan terus menerus. Maka tidak heran jika perguruan tinggi di negara maju diakui relevansi keberadaannya karena mereka terus-menerus melakukan evaluasi diri antara lain melalui tracer study.,

Tracer Study UNG (TS-UNG) akan dilaksanakan pada tahun 2014. Target utama pada TS-UNG 2014 adalah alumni program S1 UNG yang lulus pada tahun 2011 s/d 2013. Kebanggan alumni UNG dengan almamaternya yang dikenal dengan kampus merah maron dibuktikan dari kesediaannya untuk ikut berpartisipasi pada TS-UNG 2014 karena ini langkah pertama dari UNG memperbaiki kurikulum yang dilaksanakan sekarang dan menjembatani lulusan UNG dengan dunia kerja . Kegiatan tracer study UNG ini adalah aktivitas ilmiah yang bertujuan menginventarisir informasi mengenai situasi alumni khususnya dalam hal pencarian kerja, situasi kerja, perbaikan kurikulum dan penerapan kurikulum berbasis KKNI dalam rangka peningkatan kompetensi selama kuliah di UNG. Kegiatan ini menjadi strategis seiring dengan perjalanan historis UNG yang sudah memasuki usia 51 tahun. Sebuah momentum yang menentukan kilas balik kontribusinya menghasilkan sumber daya manusia yang berkiprah di Gorontalo, Kawasan Indonesia Timur, Indonesia dan Dunia Internasional. Kegiatan tracerstudy menjadi program unggulan UNG melalui kerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kegiatan ini juga di dorong dari pengalaman di negara-negara maju, dimana studi pelacakan jejak alumni adalah studi utama yang telah dilaksanakan secara sistematis, institusional, dan terus menerus. Maka tidak heran jika perguruan tinggi di negara maju diakui relevansi keberadaannya karena mereka terus-menerus melakukan evaluasi diri antara lain melalui tracer study., Manfaat tracer study yang dilakukan UNG tahun 2014 ini tidaklah terbatas pada kepentingan internal UNG saja, melainkan menjadi "beyond imagination" yakni dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan (link) antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Tracer study dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan/match kerja baik horisontal (antar berbagai bidang ilmu) maupun vertikal (antar berbagai level/strata pendidikan). Dengan demikian, tracer study dapat ikut membantu mengatasi permasalahan kesenjangan kesempatan kerja dan upaya perbaikannya. Bagi UNG, informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia kerja dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem pembelajaran, seperti yang menjadi harapan dari implementasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Di sisi lain, koorporasi yang terdiri dari dunia industri dan dunia kerja dapat "mempertimbangkan" lulusan UNG diperhitungkan untuk berkompetisi memperebutkan lapangan kerja yang terbatas melalui tracer study, dan dengan demikian UNG dapat menyiapkan diri dengan perangkat training yang relevan dengan kebutuhan lulusannya sebagai pencari kerja baru. Sekaligus output tracerstudy UNG tahun 2014 ini membantu semua jurusan yang akan di akreditasi.

TS-UNG 2014 diprioritas pada alumni UNG tahun 2010 karena berdasarkan riset tracerstudy yang sering dipublis di Indotrace merekomendasikan "periode yang paling tepat untuk mengukur indikator-indikator transisi ke dunia kerja serta relevansi pemerolehan kompetensi adalah dua tahun setelah lulus". Untuk itu CDC-UNG melakukan lokalisir penelusuran infornasi melalui kegiatan TS-UNG 2014 ini untuk pertama kalinya dilakukan bagi seluruh jurusan yang memiliki alumni lulus tahun 2011 s/d 2013 menggunakan sistem online yang bisa di akses di laman www.tracerstudy.ung.ac.id. Hal ini

dilakukan karena kegiatan ini memang difasilitasi Hibah IDB, serta pertimbangan penggunaan internet diasumsikan telah menjangkau seluruh alumni UNG. Pertimbangan lain adalah UNG sedang giatnya mengembangkan kampus yang berbasis ICT (information communiction and technology) serta efisiensi biaya dan waktu maupun alumni UNG. Dengan sistem online, biaya dan waktu wawancara, serta biaya kertas dan cetak mencetak dapat dihemat.

Untuk mengukur kesuksesan TS-UNG 2014 ditentukan dari tingkat partisipasi alumni UNG, Disain kegiatan tracer study yang dilakukan secara sensal memberikan implikasi komitmen dan partisipasi alumni pada satu kohort tertentu, yakni kohort lulusan tahun 2011 s/d 2013 yang lalu. Sebuah kebanggan dan meningkatkan martabat almamater UNG jika tingkat partisipasi alumni bisa melebihi angka 50%.

Harapan panitia pelaksana kepada semua pihak mulai dari pimpinan universitas, fakultas, jurusan dan seluruh dosen dapat mensosialisasikan program penting ini. Kita memupuk kebanggaan dan marwah kampus merah maron yang direfleksikan dari partisipasi alumni dalam setiap denyut dan aktivitas kampus, termasuk TS-UNG 2014